Bambang, Aktifis FPMJT Berharap Penuh Bagi Kepala Daerah Yang Baru Untuk Bekerja Lebih Efektif Demi Sumenep Ke Depan

Sumenep-Teropong indonesia News

Musim hujan turun di akhir tahun 2020 di saat indonesia melaksakan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah dan di awal 2021 tambah lancar turunnya air hujan sehingga masyarakat petani memulai bercocok tanam padi namun tidak sesuai harapan para petani terbukti dengan kelangkaan PUPUK urea di kabupaten sumenep hal ini perlu perhatian pemerintah baik pendistribusiannya dan soal harga karena KIOS hanya melayani kelompok atau pemilik kartu TANI sedangkan kartu tani di dominasi oleh angggota kelompok tani sedangkan masyarakat petani tidak semuanya ikut kumpulan kelompok tani begitu jugak walaupun ada pupuk UREA harga mahal yang awalnya 95000 / sak sekarang melonjak ke harga 120 ribu bahkan ada yang lebih.

Pertanyaanya apakah melonjaknya harga itu sudah ketentuan ???

Masih menurut bambang aktifis front pejuang masyarakat jawa timur (FPMJT) dan sekaligus relawan bersatu Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Sumenep ini banyak keluhan masyarakat yang di tampungnya selain kelangkaan pupuk d musim penghujan ini dengan derasnya hujan banyak jalan berlubang tidak hanya jalur profensi tapi jalan kecamatan banyak yang berlubang jugak contohnya di jalan sumenep pamekasan mulai lampu merah pertama keselatan sangat miris sekali lubang jalan , ” Jadi kami meminta kepada dinas terkait sebelum kerusakan jalan parah dan banyak akan makan korban pengguna jalan untuk segera di perbaiki terutama kami meminta kepada PU bina marga profensi untuk menggunakan dana pemeliharaan rutinnya “, Pungkasnya.

TEGUH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *