Komisi II DPRD Pamekasan Asal Bunyi, Soal Revisi Perda Tentang Tembakau Jawa Masuk Madura

Soal Revisi Perda, Tembakau Jawa Boleh Masuk Madura, DPD Pemuda Lira Pemekasan Menilai DPRD Komisi II Asal Bunyi

Teropong Indonesia News-Pamekasan

Melihat Kontra yang terjadi di Kabupaten Pamekasan pada saat musim tembakau seharusnya DPRD Menjadi Pemecah masalah bagi petani, bukan membuat suasana seakan semakin tidak nyaman, sejatinya anggota dewan harus peka terhadap jeritan petani pada saat musim tembakau.

Pernyataan tersebut di utarakan oleh Ketua DPD Pemuda lira Pamekasan Ach. Yanto yang juga menegaskan bahwa dirinya sangat tidak setuju dengan rencana legislatif yang berencana mengizinkan tembakau jawa masuk madura, karena hal ini bukan solusi yang bijaksana terhadap rakyat yang ada di kabupaten pamekasan, setiap musim tembakau yang terjadi di pamekasan kelebihan produksi tembakau dan kekurangan kouta pembelian dari pabrikan sehingga yang terjadi over alias kelebihan tembakau.

“Seharusnya yang menjadi PR buat DPRD Pamekasan itu bagaimana merencanakan aturan daerah tentang tata niaga tembau yang pro terhadap petani bukan dengan alasan pabrik rokok di daerah, Perda No.4 tahun 2015 sudah jelas disitu tentang larangan tembakau jawa tidak boleh masuk ke madura di kaji itu”, Tukas Ach.Yanto

Lebih lanjut Ach. Yanto Mengatakan Yang perlu di perbaki yaitu tentang aturan kemitraan antara pabrikan dengan para petani tembakau sehingga aturan analisisnya yang di buat oleh pabrikan sama-sama di sepakati oleh pabrikan dan petani.

“Ada tiga peranan yang terlibat dalam kemitraan yaitu contrak farming Yang Pertama Pemerintah yang ke dua Perusahaan (PT) /Pabrikan yang ke tiga kelompok tani / petani tembakau, kemudian peran pemerintah sebagai fasilitator dan motivator, Perusahaan sebagai penjamin pasar, penyedia sabrodi dan pendampingan teknis”.

Pihaknya menilai Ismail A. Rahem ini, asal bunyi andaikan nanti disetujui sekalipun itu kami tetap menolak. Terhadap revisi UU tata niaga tembakau pemerintah kabupaten Pamekasan. Sebab tembakau petani di kabupaten Pamekasan belum habis dari tahun ketahun, pasti ada sisa bahkan kekurangan kuota. Kok masih berani bicara seperti itu seakan tidak pro terhadap petani. Ini kan sangat aneh dewan komisi II DPRD PAMEKASAN, ” Jadi kami tetap selaku DPP pemuda LIRA Pamekasan menolak dan tidak setuju terhadap rencananya”, Tegasnya.

“Secara langsung kalau berbicara kemitraan itu sebetulnya titik poinnya yang harus diutamakan oleh DPRD Komisi II Pamekasan itu adalah bagaimana dibuat UU yang bagaimana kemitraan itu, bisa tunduk dan patuh terhadap perda kabupaten Pamekasan. Bukan malah seperti itu, memperbolehkan tembakau Jawa masuk ke kabupaten Pamekasan”. Pungkasnya. (Fathur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *