Demi Meraup Keuntungan, Pom Paberasan Jual Bensin Rp 7000 – Rp 7500 Perliter

Teropongindonesianews.com-Sumenep

Di ketahui baru- baru ini tersebar video yang di ambil oleh salah satu warga yang melihat mobil carry yang berhenti usai isi BBM dan memindahkannya ke jerigen tak jauh dari pom tempat dia mengisi. Sembari bertanya tentang harga bensin yang ia beli. Dijawab oleh sang sopir carry yang enggan di sebutkan namanya dengan nada kecewa Iya menjawab”iya pak ini saya demi ingin mencukupi kebutuhan pelanggan di kampung sampek harus begini” Di tanya mengenai harga beliau menjawab berfariasi pak ada yang 7000/liternya bahkan ada juga yang 7500/liternya.
Di tanya mengenai berapa banyak mobil carry yang melakukan hal yang sama di jawab “banyak pak bukan hanya saya di sebelah barat sana juga masih antri pak dan semuanya di kenakan harga yang berfariasi tergantung dari banyaknya isi tangki mereka. Tangki mobil carry itupun di ganti pak sehingga isinya lebih banyak dari aslinya.

Sementara itu harga premium pada umumnya Rp6.450. Di jual dengan harga berfariasi. Pengisian dengan harga di atas ketentuan itu berlaku khususkan bagi mobil yang di ketahui sebagai penimbun serta masing masing mobil carry hanya di batasi dua kali pengisian dengan harga kisaran 7000.sampek 7500/liternya.

Dari kejadian itu beberapa warga sekitar merasa resah atas sikap yang di lakukan oleh oknum pertamina tersebut. Sujono (nama samaran ) menjelaskan kami berharap semoga pemerintah segera mengambil sikap tegas atas apa yang sudah di lakukan oleh oknum tersebut kasian pak masyarakat yang menjadi korban. Akibatnyaterkadang kami tidak kebagian BBM sehingga kamai harus mengisi pertalit yang jelas lebih mahal dari pada premium

Dalam hal ini Agus Hermanto selaku Ketua LBH CKS (Cinta Kasih Semesta) menegaskan perbuatan tersebut sangat jelas melanggar hukum Pidana bagi SPBU yang Membantu Penimbun

Akan di kenakan Sanksi bagi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (“SPBU”) yang melayani pembelian bahan bakar minyak (“BBM”) dengan jeriken dalam jumlah besar, senentara itu petugas pom mengetahui kalo itu akan di timbun dan hal itu sudah jelas melawan hukum

Pasal 18 ayat (2) dan (3) Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (“Perpres 191/2014”) berbunyi:

Badan Usaha dan / atau masyarakat dilarang melakukan penimbunan dan / atau penyimpanan serta penggunaan Jenis BBM Tertentu yang bertentangan dengan ketentuan peraturan-undangan.
Badan Usaha dan masyarakat yang melakukan pengelolaan atas ketentuan yang dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan-undangan.

Dalam hal ini sudah dapat di simpulkan bahwa perbuatan yang di lakukan oleh oknum di pom bensin paberasan kec. Paberasan kab.Sumenep menyalahi aturan sehingga sudah bisa di kenakan sanksi sesuai aturan hukum yang berlaku. Jawabnya dengan tegas.

Sementara itu pimpinan pom bensin yosep mengatakan bahwa video itu hoax. Dan sudah melaporkan reskrim, setelah awak media menanyakan LP nya ternyata hanya sebatas pemberitahuan bukan merupakan LP (laporan polisi)
Sementara itu hasil klarifikasi kepada agus hermanto mengatakan jika memang video tersebut dinyatakan hoax agus hermanto menentang Joseph selaku pengelola untuk laporan ke polisi terkait vidio yang di nyatakan hoax. Akan tetapi jika pihak pom tidak membuat LP (laporan polisi) maka agus hermanto yang akan melaporkan pihak pom bensin paberesan tersebut. Ucapnya dengan tegas dan lantang.
By. TG/tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *