SD Negeri 3 SRUNI Terapkan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Teropongindonesianews.com

Jember, – Untuk mengatasi kejenuhan yang di alami oleh orangtua wali murid maupun siswa selama proses belajar mengajar sistem daring atau online yang sudah berjalan satu tahun ini, UPTD Pendidikan SD Negeri 3 Sruni Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember Jatim, kini melakukan uji coba pembelajaran tatap muka selama satu minggu dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan.

Kepala SD Negeri 3 Sruni Kecamatan Jenggawah Jember SUGIONO Ketika di jumpai awak media Teropong Indonesia News pada hari Rabu, (10/03/2021) di ruang kerjanya mengatakan.

“Dilakukannya simulasi atau uji coba pembelajaran tatap muka selama satu minggu tersebut di karenakan ditundanya pembelajaran tatap muka yang rencananya saat itu akan dilaksanakan 1 Maret 2021 sesuai surat edaran dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, sehingga membuat banyak orang tua wali murid kecewa karena banyak yang menginginkan proses belajar mengajar tatap muka”, papar Sugiono.

Banyaknya orangtua wali murid berharap agar sekolah segera dibuka. Dikarenakan dengan sistem daring yang di jalankan selama ini, siswa tidak maksimal menerima pelajaran. Selain itu, nilai siswa juga di ragukan kejujurannya ketika ada tugas maupun pekerjaan sekolah lainnya.

Lebih lanjut SUGIONO mengatakan, “Kapanpun pelaksanaan belajar tatap muka dilaksanakan, yang jelas SD Negeri 3 Sruni Jember siap mendukung dan mensukseskan pelaksanaan belajar tatap muka dan sudah menyiapkan sarana dan prasarana sesuai dengan protokol kesehatan, diantaranya menyiapkan tempat cuci tangan yang di tempatkan di depan masing-masing ruang kelas, kemudian menyiapkan handsanitizer dan siswa wajib menggunakan masker serta melakukan jaga jarak dengan sesama teman mereka” tegasnya.

Menurut SUGIONO agar Virus Corona tersebut tidak menyebar dan tidak membuat klaster baru di lingkungan sekolah, pihak SD Negeri 3 Sruni Jember juga memperketat siswa yang sedang bergerombol terutama di tempat-tempat di mana tempat tersebut biasa dijadikan sebagai tempat berkumpulnya siswa.

SUGIONO berharap siswa membawa bekal sendiri karena selama proses belajar tatap muka, kantin sekolah di tutup.

(RIZKY BAYU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *