Warga Desa Dasok Keluhkan Pabrik Rokok Di Perkampungan

Teropongindonesianews.com
PAMEKASAN – Warga Desa Dasok mengeluh atas Keberadaannya sebuah pabrik rokok di Desa Dasok Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan Jatim, karena mengganggu kenyamanan warga yang tinggal di sekitar pabrik. Kamis (11/03/2021)

Pasalnya warga masyarakat yang tinggal di area lingkungan pabrik rokok tersebut merasa sangat terganggu dan mengeluh, karena proses produksi yang menimbulkan suara bising dan bau saos menyengat hidung, serta limbah dari pabrik rokok tersebut.

Hal itu di ungkapkan oleh warga setempat.

“Saya merasa sangat terganggu atas proses produksi pabrik rokok ini, karena dalam proses produksinya pabrik ini menimbukan suara bising yang sangat mengganggu telinga, tak hanya itu, bau saos dan limbah hasil produksi pabriknya juga” ungkap salah satu waraga yang tidak ingin disebut namanya.

Sebelumnya salah satu warga juga sudah beberapa kali mendatangi pabrik untuk melakukan mediasi dengan pihak pabrik rokok tersebut, akan tetapi tidak pernah ditemui oleh pihak pabrik

“Saya sudah beberapa kali mendatangi pabrik untuk melakukan mediasi terkait suara bising mesin juga bau saos rokok yang cukup menyengat, akan tetapi tidak pernah ditemui, hanya sebatas ditemui satpam” jelas salah satu warga

Warga juga mengeluh karena proses produksi ataupun jam kerja pabrik ini sudah tidak wajar dikarenakan kadang melebihi jam kerja.

“Kami sangat kesulitan dalam mengistirahatkan diri karena suara mesin dari pabrik tersebut sangat keras, sehingga menimbulkan kebisingan, juga bau saos yang menyengat dan mengganggu kenyaman untuk istirahat tidur.” Imbuhnya.

Dari hsil informasi yang di himpun awak media, menurut warga pabrik rokok belum pernah melakuka Sosialisasi atau berkoordinasi dengan warga setempat, bahkan terkait informasi tentang izin usaha perusahan kepada masyarakat sekitar dari awal berdirinya pabrik hingga pabrik rokok itu beroprasi.

“Saya selaku warga yang rumahnya cukup dekat dengan pabrik, dari awal pabrik tersebut didirikan dan beroprasi belum pernah mendapat informasi terkait izin usaha dari pabrik itu,”.

(Muhdar/Sugik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *