Solidaritas Masyarakat Distrik Miyah Selatan Gelar Aksi Protes Dugaan Permainan Oknum Anggota DPRD Tambrauw

Teropongindonesianews.com-Sorong

Proyek Air bersih di Distrik Miyah Selatan Kabupaten Tambrauw Propinsi Papua Barat di persoalkan Warga, pasalnya Air yang sejak awal di Programkan untuk warga Miyah Selatan ternyata kenyataannya sangat di luar dugaan, Proyek tersebut di katakan gagal karena terlepas dari peruntukannya.

Warga yang mengatasnamakan Solidaritas Masyarakat dan Masyarakat Peduli Pembangunan Proyek Air Bersih Distrik Miyah Selatan Kabupaten Tambrauw Propinsi Papua Barat persoalkan Hal tersebut dengan Mengadakan Aksi Protes pada Kejaksaan Negeri Sorong berikut melaporkan pada Ombudsman tertanggal 10 Maret 2021 dengan menuliskan beberapa Tuntutan tentang Pelaksanaan Proyek dan dugaan Oknum yang mengatasnamakan warga kemudian mencabut laporan yang pernah di layangkan pada Kejaksaan Negeri Sorong, Menurut mereka para Pelaku Aksi memprotes para oknum tersebut agar di usut tuntas berikut Kontraktor yang di duga telah bermain demi keuntungan pribadinya.

Aksi tersebut di terima langsung oleh Pihak Kejaksaan Negeri Sorong dan juga di tuangkan dalam surat tuntutan tertanggal 10 Maret 2021 yang di tujukan pada pihak terkait yang dalam hal ini Pihak Kepala Kejaksaan Negeri Sorong dan Ombudsman berisi Tuntutan antara lain : Meminta Pihak Aparat Kejaksaan dan Kepolisian untuk menindak lanjuti pengaduan masalah Proyek Air Bersih di Distrik Miyah Selatan dan meminta pada Pihak aparat Untuk Membentuk Tim Khusus dengan Mendatangi TKP ( Tempat Kejadian Perkara – Red ) yang di maksud agar lebih mengetahui keadaan yang telah di laporkan atau di adukan, Kemudian Selanjutnya juga meminta pada Pihak Aparat Kejaksaan dan Kepolisian untuk menindak tegas pada oknum yang menghalangi proses penegakan Hukum terkait Pembangunan Proyek Air Bersih di Desa Tempat tinggal yang mereka dapatkan dari APBD Kabupaten Tambrauw dalam dua tahap yaitu Tahun 2016 dan 2019.

Selanjutnya menurut Koordinator Aksi atau bisa di katakan Ketua Korlap ( Koordinator Lapangan – Red ), Marten Momo juga mengatakan bahwa Aksi ini di gelar di sebabkan karena kekecewaan Mereka pada Oknum yang berusaha mencabut Pengaduan warga pada Bulan January 2021, akan tetapi tidak ada tindak lanjut.

Di katakan juga oleh Beberapa Nara Sumber selaku peserta Aksi bahwa rasa kekecewaan mereka bukan hanya sampai di sini karena merek juga sangat tahu bahwa setiap Warga yang tinggal atau Hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini memiliki Hak dan Kewajiban yang sama tentang masalah Hukum, dan di katakannya juga terkait Air Bersih yaitu : ” AIR BERSIH ADALAH KEBUTUHAN KAMI MASYARAKAT DAN UANG NEGARA ADALAH UANG RAKYAT

PEWARTA : OSKAR BAME ( KORWIL MEDIA TIN PAPUA BARAT )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *