SMP Negeri 1 Rambipuji Siap Sukseskan Pembelajaran Tatap muka

Teropongindonesianews.com
Jember – Menindak lanjuti serta menunggu keputusan untuk di adakannya pembelajaran tatap muka, apabila jadi akan di terapkan oleh Pemerintah Daerah, hal tersebut tentunya sangat ditunggu dan di harapkan oleh orang tua wali murid maupun lembaga sekolah.

Pasalnya para orang tua maupun wali murid selain sudah mulai merasa jenuh juga merasa tidak mampu lagi membantu putra-putrinya saat menerima tugas Pekerjaan Rumah atau PR dari gurunya, sehingga banyak orang tua dan lembaga sekolah yang menginginkan untuk segera di lakukan pembelajaran tatap muka.

Seperti yang di ungkapkan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Rambipuji Jember, BAMBANG SUTIYONO ketika di jumpai awak media Teropong Indonesia News diruang kerjanya pada hari Selasa, 30 Maret 2021 mengatakan,

“Kami selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Rambipuji Jember kapanpun pembelajaran tatap muka itu di laksanakan lembaga kami sudah siap, di antaranya kami sudah menyiapkan lebih dari 40 tempat cuci tangan yang tentunya kini melebihi kapasitas yang ditentukan sesuai protokol kesehatan, kemudian kami juga menyiapkan masker sesuai jumlah siswa dan tidak lupa juga kami sudah menyiapkan hand sanitizer serta kebutuhan lain yang di syaratkan pembelajaran tatap muka sesuai protokol kesehatan,” ujar Bambang Sutiyono.

Lebih lanjut Bambang Sutiyono mengatakan,
“Untuk mensukseskan program pemerintah selama pandemi Covid-19 sekaligus antisipasi pencegahan terjadinya penyebaran klaster baru Covid-19 di lingkungan sekolah, Lembaga SMP Negeri 1 Rambipuji Jember sistem yang di gunakan yakni pembelajaran Daring, Ruring dan guru keliling atau Guling. Bahkan orang tua 100% sudah menginginkan agar pemerintah daerah segera lakukan pembelajaran tatap muka, mengingat selama pembelajaran daring, banyak murid yang tidak fokus di materi soal belajar daring, namun mereka lebih cenderung bermain game online,” tegasnya.

“Terkait dengan karakter, sejauh ini di lembaga SMP Negeri 1 Rambipuji masih dalam kondisi wajar, yakni bila ada siswa saat mengumpulkan tugas ke sekolah kemudian yang bersangkutan rambutnya panjang itu langsung kami tegur,” lanjut Bambang Sutiyono.

(RIZKY BAYU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *