Pecahnya Pipa Saluran Air 04 Dusun Desa Darungan Kesulitan Air Bersih

Teropongindonesianews.com

Jember Pengusaha pengolahan air bersih di Desa Darungan, Kecamatan Tanggul, KabupatenJember, Jawa Timur, melapor ke Mapolsek Tanggul, Resort Jember, beberapa hari lalu, atas rusaknya pipa/paralon saluran air sepanjang satu kilometer, yang di rusak oleh orang tak dikenal.

Akibat di rusaknya saluran air bersih atau pipa air yang menuju rumah rumah warga, mengakibatkan warga 4 dusun kesulitan akan air bersih, baik untuk mandi maupun untuk masak.

Samsul Hadi (51) warga Dusun Krajan, Desa Darungan, Tanggul, pengelola tandon air, memperkirakan ada sekitar 150 pipa air ukuran 3 dim yang rusak, mulai dari sumber mata air yang berada di Dusun Sumberbulus yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumah rumah warga yang membutuhkan, yaitu Dusun Kidul Sawah, Dusun Krajan, Dusun Kidul Kebon dan Dusun Karang Jati.
Sementara kerugian ditaksir mencapai 40 jutaan.

Dalam keteranganya Samsul mengatakan semua masalah ini diduga dari kedatangan sekitar 12 warga yang datang kerumahnya yang mengeluhkan jatah air yang tidak lancar ke tempat mereka.

” Ada 12 orang yang datang ke rumah minta agar saluran airnya lancar. Ya saya omong, mari kita perbaiki sama sama, karena semua ini milik bersama. Mereka tidak mau, bahkan mengancam akan merusak pipa pipa saluran air “. kata Samsul, saat dikonfirmasi beberapa awak media Rabu 31 Maret 2021.

” Ada 4 orang yang kami curigai melakukan pengerusakan, semuanya sudah kami laporkan ke Polsek. Tuntutan saya, kalau semua pipa yang di rusak di kembalikan seperti semula, saya mau damai, tapi kalau tidak ya harus di proses sesuai hukum yang berlaku “. pungkas Samsul.

Secara terpisah, Mahfut (42) Ketua BPD Desa Darungan saat di konfirmasi juga mengatakan bahwa Mahfut sangat menyayangkan atas terjadinya peristiwa tersebut. Mahfut berharap bahwa permasalahan ini bisa diselesaikan di tingkat desa saja.

” Kami akan cari solusi, cari jalan, gimana baiknya dan berharap masalah ini bisa diselesaikan di tingkat desa “. ujar Mahfut.
” Menurut saya hal ini terjadi karena salah pengertian antara pemilik usaha dengan masyarakat pengguna “. imbuhnya.

Kapolsek Tanggul, Akp Ahmad Musofah SH, saat beberapa awak media merapat ke Mapolsek untuk konfirmasi, sedang tidak beras di Mapolsek.

(Tatang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *