Bazar Di Kecamatan Lenteng Di Segel Tanpa Alasan Jelas, Langkah Bertahan Hidup Di Anggap Remeh

Teropongindonesianews.com-Sumenep

Dilansir dari Radio Karimata, Gabungan yang melibatkan Tim Satgas Covid, melakukan penutupan sementara pasar malam di Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep.

Namun, yang sangat disayangkan adalah pernyataan dari Wakil Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumenep, Abd. Rahman Riadi yang menyatakan bahwa penutupan tersebut dilakukan karena pasar malam dinilai melanggar protokol kesehatan dan belum mengantongi izin dari Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep. Sabtu (17/4/2012) pagi.

Menanggapi hal tersebut, Helwan, Ketua Eo dari Bazar Kerakyatan Jatim Bangkit itu, menjelaskan bahwa pernyataan wakil sekretaris satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep, sangat menyakiti perasaan, pasalnya, pihaknya tidak akan membuka bazar tersebut terkecuali sudah mengantongi izin dari satgas Covid-19.

“Mari saya jelaskan, Abd. Rahman Riadi sebagai wakil sekretari satgas Covid sudah sangat jelas memerintahkan kepada kami untuk membuka Bazar, dan ada beberapa permintaan dari beliau sudah kami lengkapi semua, kami diminta untuk revisi SOP sudah kami kabulkan, kami juga diminta untuk membuat surat pernyataan bermatrai dan sudah kami penuhi, dan yang sangat kami ingat itu, pernyataan beliau, bahwa ketika ada Polsek atau yang lainnya menanyakan surat izin, maka kami diperintahkan untuk menjawab, kami sudah dapat restu dari satgas covid-19, lalu kenapa beda dengan pernyataan beliau di media? Ini kan aneh,” ungkap Helwan. (17/4/2021) malam.

Tidak hanya itu, Pria yang kerap disapa Helwan tersebut, menambahkan bahwa, pihaknya juga sudah diskusi panjang dengan beberapa OPD yang berhubungan dengan Bazar ini.

“Juga, Kami dapat petunjuk dari Bupati Sumenep, untuk Audiensi dengan Disperindag, kami sudah laksanakan petunjuk tersebut, tidak cuma itu kami juga diminta ikut rapat bersama di Pemkab Sumenep, kebetulan pada waktu itu pimpinan rapatnya Wakil Bupati, peserta yang hadir, kami selaku Eo bazar, Kalpolres, Dandim, Kasatpol PP, Dinas Kesehatan, perwakilan MUI, Muhammadiyah, NU, membahas tentang Sumenep kedepan, termasuk Bazar yang akan kami laksanakan, dan saat pembukaan Bazar, mereka semua hadir, Lalu apa lagi?,” tanyanya kembali.

Terkait Protokol Kesehatan (Prokes), Helwan menjelaskan, bahwa pihaknya sudah melaksanakan Bazar dengan Prokes ketat.

“Panitia sudah menyidiakan 3-15 boks Masker, dipintu masuk ada tempat cuci tangan, Handsanitzer, setiap 10 menit panitia melalui pengeras suara, menghimbau untuk selalu dan senantiasa mematuhi Prokes, namanya juga Masyarakat dari berbagai macam karakter dan beralibi Sumenep saat ini zona hijau, jadinya banyak yang abai,” Jelas Halwan.

Ia juga, menjelaskan, Bazar yang ia laksanakan itu adalah swdaya mandiri.

“Yang perlu diketahui masyarakat itu, bazar kami ini tidak ada dana dari iklan, apa lagi dari pemerintah, bazar ini murni swadaya”, lanjut Helwan.

Pria satu anak itu juga berharap kepada pemerintah kabupaten Sumenep, terutama kepada satgas Covid, untuk mendukung kegiatan pemulihan ekonomi ini.

“Ayolah didukung kegiatan ini, Satgas Covid Sumenep jangan kaku, diberbagai daerah seperti di Surabaya sudah jalan semua dengan masa yang jauh lebih banyak dari yang ada disini, dan di zona yang berbeda juga, kami ini bukan mau kaya, tapi untuk bertahan hidup, kalau mau tegas, mari Satgas kita ajak terjun dihari minggu ini ke pasar sapi yang sangat tidak patuh prokes, kita segel sekalian,” Pungkas Helwan. EDY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *