Polemik Sub Blok Desa Bloro Patut dan Layak Di Sorot

Teropongindonesianews.com – Situbondo


Desa Bloro merupakan salah satu desa di Kecamatan Besuki, wilayah barat Kabupaten Situbondo. Desa tersebut memiliki areal pertanian berupa tanah sawah yang dibilang cukup luas, yakni mencapai sekitar 300 hektar lebih yang tersebar di beberapa Dusun.

Dengan luas yang mencapai ratusan hektar tersebut diperlukan peran serta lembaga yang ada di desa yakni Himpunan Petani Pemakai Air “HIPPA”, dengan tujuan agar pembagian air khususnya petani Desa Bloro berjalan lancar, tertib dan teratur.

Baru-baru ini masyarakat atau petani Desa Bloro di kejutkan dengan munculnya issue pembentukan PLT SUB BLOK Bloro Barat yang sebelumnya tanpa koordinasi dengan segenap pengurus HIPPA, issue tersebut muncul saat Kepala Desa Bloro Edi Susiyanto melayangkan surat undangan ke beberapa pengurus HIPPA dan sebagian petani yang isinya tentang “PEMBERITAHUAN PLT BLORO BARAT”. Entah apa yang menjadi tujuan sang KADES sehingga melayangkan surat tersebut..?!! Beberapa pertanyaan di hati masyarakat menjadi desas – desus yang sangat serius.

Saat konfirmasi pada ketua HIPPA Desa Bloro yang biasa di sapa Hafit mengatakan bahwa selama ini para petani di Desa Bloro merasa aman dan tidak ada keluhan apapun terkait layanan dari pihak SUB BLOK maupun HIPPA, kita selalu berkoordinasi, terlebih lagi
saat ada kendala yang dialami oleh petani tentang air, maka SUB BLOK dan HIPPA langsung turun ke lokasi untuk membantu mengatasi masalah yang ada.

Lebih lanjut Hafit menjelaskan, baru saja saya diminta hadir untuk menemui Pak Kabid Pengairan PUPR Kabupaten Situbondo khusus membahas masalah ini mas 19/04/21, ada banyak hal yang disampaikan oleh Pak Kabid kepada saya selaku ketua HIPPA. disela-sela perbincangannya, beliau menyarankan agar layanan terhadap petani terus ditingkatkan, jika ada permasalahan yang menyangkut SUB BLOK atau petani, maka HIPPA juga bertanggung jawab untuk menyelesaikan dan jangan sampai di tunggangi oleh kepentingan politik. ” Pokoknya banyak saran yang disampaikan oleh Pak Kabid mas “, Kata Hafit saat ditemui media TIN.

Melalui sambungan telepon saat Edi Susiyanto, Kepala Desa Bloro dikonfirmasi perihal surat undangan tentang pemberitahuan PLT SUBLOK Bloro Barat tersebut, dirinya mengeluarkan nada yang dinilai agak keras, ” Silahkan kalau mau kirim surat kemana saja terserah, dan saya tahu bahwa ini ulah seseorang, rencana orang tersebut akan saya panggil “, Kata Edi Susiyanto dengan nada sedikit keras.

Salah satu anggota LPPAN SUWARNO atau yang sehari-hari akrab disapa NONO menyayangkan sikap Kades Bloro atas surat undangan tersebut, yang seharusnya Kades Bloro tidak mencampuri urusan yang berkaitan dengan tanggung jawab HIPPA, sangat tidak benar jika sang kades ikut intervensi terhadap tanggung jawab HIPPA. Apabila ada permasalahan atau keluhan dari masyarakat khususnya petani yang dinilai cukup mendesak, maka kepala desa ikut hadir dalam rangka memberikan saran atau solusi, bukan malah intervensi atau mencampuri urusan HIPPA. Terang Nono.

Hal lain yang disampaikan oleh NONO, bahwa dalam waktu dekat dirinya akan menemui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa “DPMD” Kabupaten Situbondo, guna menyampaikan perihal issue yang berkembang di Desa Bloro terkait SUBLOK, ” Berharap agar Kepala DPMD Kabupaten Situbondo memberikan pembinaan atau sosialisasi kepada Kepala Desa dengan harapan untuk menghindari polemik di masing-masing desa, terlebih yang bukan kewenangannya “, Pungkas Nono, serius..! Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *