Bupati Jember Perintahkan Dinsos Perbaiki Manejemen Bansos

Teropongindonesianews.com

Jember, Bantuan sosial untuk warga prasejahtera menjadi fokus pembicaraan dalam pemaparan program kerja yang disampaikan Dinas Sosial kepada Bupati Jember, Ir. H. Hendy Siswanto. Menurut Hendy, penerima bansos masih kurang tepat sasaran.

Bupati Hendy merasa heran dengan banyaknya jenis bansos yang telah diberikan kepada masyarakat, namun kenyataannya tingkat kemiskinan di Jember masih tinggi, jadi tidak sesuai dengan tujuan utama bansos itu diberikan agar masyarakat dapat memperbaiki keadaan ekonominya.

“Bantuan ini manajemennya kurang tepat karena menurut perhitungan sederhana saja, beberapa bantuan yang bermacam-macam seperti PKH, BST, KIS dan lainnya ini kalau ditotal lebih dari Rp. 100M nilainya tapi sampai sekarang masih miskin ada apa ini,”ungkap Bupati Hendy.

Oleh sebab itu, seluruhnya harus dikaji ulang, baik dari sisi ketepatan penerima bantuan tersebut, juga manajemen penggunaan bantuan itu.

“Nah Dinsos tidak boleh lepas tangan setelah menyalurkan bansos, artinya setelah masyarakat menerima bantuan tersebut kemudian Dinsos harus mengawal penggunaannya, kalau semuanya untuk dikonsumsi, masyarakat kita ketergantungan dengan bantuan, lalu kapan mereka sejahteranya,” sambung dia.

Apabila penggunaan bantuan itu dikawal, lanjut Hendy, lalu masyarakat dibentuk kelompok usaha mandiri maka bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkesinambungan.

Meski tidak sesederhana yang kita pikirkan, namun Hendy meminta pembenahan sistim ini harus dilakukan, himbaunya.

Zubaidah/Santoso

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *