Di Duga Kakon Banjarnegara Pecah Belah Warga

Teropongindonesianews.com

Lampung, Pringsewu – Penyelenggaraan pemilihan kepala Dusun di pekon / desa Banjarejo, kecamatan Banyumas, kabupaten Pringsewu Lampung pasca pemilihan kepala Pekon pada bulan lalu sempat mengecewakan warga masyarakat setempat, pasalnya salah satu warga Dusun 4  Pasir ukir yang terpilih menjadi Kadus dibatalkan Oleh Panitia yang terdiri BHP ( Badan Himpunan Pekon ) dan Herman selaku kepala desa Banja Rejo, serta mengangkat mantan RT masa jabatan 5 tahun lalu, hal ini disampaikan warga masyarakat dusun 4 Pasir ukir ke awak media saat di konfirmasi di kediamannya. Senin (26/4/2021).

Di beberkan warga, pada awalnya warga Dusun Empat laksanakan pemilihan secara langsung untuk kepala Dusun Empat, yang di duga bukan orang pilihan Kepala Desa Banja Rejo, maka bersama BHP sekaligus panitia di duga membuat rekayasa pemilihan ulang dengan sistim test dan berdasarkan keputusan panitia maka dimenangkanlah mantan RT menjadi kadus Empat.

Terkait dengan hal tersebut warga masyarakat Dusun 4 Pasir Ukir  menolak keputusan panitia yang menetapkan Kadus Pilihan Panitia.

” Kami gak terima bang, hasil keputusan panitia Pilkades yang terdiri dari BHP, yang mengadakan test terhadap kadus terpilih hasil pilihan dengan mantan RT yang di menangkan oleh panitia Pilkades ” ungkap warga saat di konfirmasi Tim Media TIN.

Warga Pasir Ukir ini menambahkan, Jika warga masyarakat telah melaksanakan rapat darurat yang di hadiri oleh BHP ” PANITIA ” yang memutuskan akan di adakan pemilihan ulang, setelah usai penjaringan kadus satu dan dua dengan sistem test dan menghasilkan keputusan terbentuknya kadus satu dan dua Desa Banjarejo.

” Kalau di tempat dusun Kami akan dilakukan pilkadus ulang dengan cara pemilhan langsung, yang telah kami sepakati bersama BHP dan warga masyarakat dusun 4 Pasir Ukir, adapun pelaksanaan di dusun lain kabarnya dengan sistem test saja, kalau di tempat kami harus pemilihan langsung agar lebih profesional bahwa kadus di tempat kami berdasarkan kehendak masyarakat banyak yang kadus terpilih layani ” tegasnya.

Sementara itu warga dusun 1 Sugih Waras yang merupakan asal muasalnya adanya desa Banjarejo juga telah mengadakan rapat warga dusun setempat, sebagai bentuk tidak setuju jika perangkat kadus di tentukan oleh panitia yang unsurnya di kuasai oleh BHP dan Kepala Desa yang di duga hanya untuk memuluskan rencana mereka.

” Kami tidak setuju dengan sistem yang dilaksanakan oleh kepala desa dan BHP sebagai panitia pilkadus maka bersamaan dengan rapat warga dusun Pasir ukir, kami pun melakukan rapat yang bertujuan sama, yakni untuk pembentukan kepala dusun selayaknya masyarakat yang menentukan siapa kadus di dusun masing – masing ” ungkap warga dusun 1 Sugih Waras saat di pantau awak media pada Minggu malam ( 25/4/2021 ).

Warga menegaskan, mereka akan menyampaikan hasil berita acara yang sudah di bubuhi tanda tangan warga dusun 1 Sugih Waras yang hampir mencapai 100 % perwakilan kepala keluarga.

” Kami sudah buat berita acara kesepakatan dan sudah terbubuhi tanda tangan warga masyarakat dusun 1 Sugih Waras dan akan segera kami tembuskan kepada BHP sekaligus Panitia penyelenggara pilkadus Pekon Banjarejo ” tukas warga masyarakat dusun 1 Sugih Waras.

Warga juga  berharap, dalam penyelengaraan pilkadus pada masa jabatan kedua Herman sebagai kepala desa Banjarejo  terpilih, jangan sampai melakukan tololisasi ( pembodohan secara merata ) dalam pelaksanaan pilkadus pada masa jabatannya saat ini, dengan mencapur adukan peraturan dan kebijakan.

” Kami walau orang bodoh tapi gak bodoh – bodoh amat bang, celetuk salah satu anggota rapat, kalau kepala desa mau menjalan peraturan kami sangat setuju tapi jangan setengah – setengah, maka perlakukan hak warga dengan sama, jangan ada perbedaan dalam penyenggaraan pilkadus ” cukup di dusun 4 saja yang panas jangan sampai hal yang sama terjadi di dusun lainya ” pungkas warga.

(HerwanSD : Korwil Lampung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *