Agen Bimorejo Diduga Menggasak Hak Penerima BPNT

teropongindonesianews.com

Banyuwangi – Ditengah himpitan ekonomi akibat pandemi Virus Corona-19 membuat pemerintah harus mengalokasikan dana hingga mencapai triliunan rupiah guna membantu masyarakat.

Mulai dari jenis Paket Sembako, Bantuan Sosial Tunai (BST), Listrik Gratis, Kartu Prakerja, Subsidi Gaji Karyawan, BLT Usaha Mikro Kecil, Bantuan Pulsa untuk Siswa, BLT Dana Desa, dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), pun digulirkan.

Alih-alih membantu masyarakat miskin, setiap jenis bantuan sepertinya tidak luput dari incaran para oknum yang kerap menjadikan bantuan terhadap warga miskin sebagai ajang untuk mencari keuntungan.

Tidak terkecuali Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang kerap dijadikan oleh oknum Agen Desa Bimo rejo kecamatan, Wongsorejo bahkan Agen/Penyalur sebagai ajang patgulipat dalam mengais rejeki tambahan.

Minimnya sosialisasi terhadap KPM penerima manfaat program BPNT menyebabkan penyaluran jenis bantuan ini rawan penyimpangan. Dengan dana Rp 200 ribu setiap bulan, KPM tidak pernah diberitahu tentang sistem pencairan serta jenis dan volume barang yang hendak dibelanjakan serta tidak adanya papan harga komoditi sehingga KPM jelas tidak mengerti,yang mereka terima,

Seperti halnya sejumlah KPM program BPNT di Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi dengan bantuan Rp 200.000,00, mereka hanya menerima beras 15 Kg, telur 5 sampai 7 butir, daging ayam 0,6 Kg per bulannya, dan ini sudah di salurkan tgl,26/4/2021

“Bila dihargakan seluruh barang yang kami terima, paling mahal Rp 170.000,00 kalau beli di warung,” ujar salah seorang KPM Asal Bimorejo yang mewanti wanti tidak mau disebutkan namanya kepada awak media

Sepertinya para oknum dalam menggasak hak warga tidak mampu, tidak cukup hanya dari volume barang yang mereka terima saja. Untuk memperoleh seluruh bantuan diatas, para KPM seharusnya dengan mendatangi e-waroeng yang telah ditunjuk lalu belanja sesuai dengan jumlah dana yang tersedia di Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Namun KPM di Desa Bimorejo Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi untuk pengambilan belanja diwajibkan mengambil yang sudah di tentukan oleh agen dan wajib diambil walaupun tidak sesuai

Zaini Salah seorang pemilik e-waroeng di Desa Bimorejo Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi saat ditemui di rumahnya mengaku bahwa usahanya hanya digunakan sebagai tempat penggesekan KKS dan penyediaan komoditi yang dilakukan oleh Zaini,dan hal ini sudah saya hitung dan sudah dikalkulasi, untuk KPM ya ini dapatnya,ucap zaini

Sementara’ Bambang sungkonosa Kabid Dinas Sosial saat di konfirmasi Melalui telepon selulernya Menjelaskan kalau terkait penyaluran BPNT jumlah komoditi tidak harus ini mungkin sudah ada kesepakatan antara KPM dan Agennya, terangnya 26/4/2021

Hal ini Beda dengan keterangan bagus selaku TKSK kecamatan Wongsorejo, menjelaskan Melalui telepon selulernya

Kalau terkait masalah harga bahan saya membela agen mungkin saat belanja agen harganya mahal, atau bcoba tanya langsung kepada yang bersangkutan, Bebernya singkat (Kur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *