Dishub Jember Rekayasa Lalu Lintas di Simpang 4 Slawu

Teropongindonesianews.com

Jember-Dinas Perhubungan Kabupaten Jember mensosialisasikan rekayasa lalu lintas di simpang 4 Slawu mulai hari ini, Rabu 28 April 2021.

Penerapan manajemen rekayasa ini didasari hasil evaluasi dan analisis terhadap kondisi lalu lintas dan fisik ruas jalan serta persimpangan.

Plt Kepala Dinas Perhubungan, Siswanto, S.SIT, MT, mengatakan, simpang 4 Slawu diberlakukan zone bundaran.

“Tujuannya untuk meminimalkan antrian dan tundaan di persimpangan,” kata Siswanto. Hasil rekayasa itu akan dievaluasi oleh Dishub

Dishub, kata Siswanto, ingin di simpang tersebut tidak terjadi antrian. “Tentu pengendara harus mengurangi kecepatan tetapi tidak berhenti,” ungkapnya.

Di setiap simpang memiliki karakteristik tersendiri dan berbeda dengan lainnya. “Simpang empat Mastrip beda dengan Slawu. Demikian pula dengan simpang tiga Wirolegi,” jelas Siswanto.

Sebelumnya wartawan Teropong Indonesi,news melihat situasi di Simpang Slawu pagi pukul 08:30. Terpantau beberapa orang ragu-ragu sebab ada perubahan tanda lalu lintas. Arah arus kendaraan berubah memutar bundaran dari sebelumnya yaitu belok ke kanan atau ke kiri. Dan, ada pembatas jalan (dari plastik) di tengah yang membatasi ruas jalan dekat bundaran. Sayang ketika itu tidak ada petugas Dishub

Siswanto menjelaskan, “Ada petugas kami di sana, mungkin lagi istirahat sebab mereka sejak pukul enam pagi sudah standby.” Siswanto menambahkan penjelasannya, setiap hari ada 2 petugas Dishub berjaga dari pagi hingga petang.

Jika masyarakat masih bingung masih dianggap wajar oleh Siswanto karena hari ini permulaan rekayasa. Ia juga menegaskan, sebelumnya rekayasa itu sudah didiskusikan di forum lalu lintas angkutan jalan.ungkapnya

Zubaida/ Santoso

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *