Pendistribusian Pupuk Subsidi 11 Ton Diduga Bermasalah, Ketum LPPAN Pertanyakan Kinerja Petugas PPL

Teropongindonesianews.com

Situbondo,
Akhir-akhir ini petani seringkali mengeluh terkait kelangkaan pupuk, terkadang petani rela membeli pupuk dengan harga tinggi, diluar harga eceran tertinggi ( HET – Red ) demi meneruskan kelangsungan tanaman pertanian miliknya. Sebagaimana disampaikan oleh salah satu petani asal Desa Tribungan Kecamatan Mlandingan Kabupaten Situbondo yang enggan disebut namanya (01/05/21).

Anehnya lagi, ada oknum petugas PPL inisial SN yang melakukan pendistribusian pupuk subsidi 11 ton terhadap masyarakat (petani) diragukan ijin edarnya, yang semestinya pendistribusian pupuk subsidi melalui kios yang telah ditunjuk oleh pemerintah harus mengantongi ijin resmi berupa Surat Ijin Usaha Perdagangan ( SIUP – Red ), Entah apa tujuan oknum PPL tersebut sehingga berinisiatif mendatangkan pupuk subsidi dari pihak distributor tanpa melalui kios yang ada selama ini masih belum jelas.

Saat dikonfirmasi, oknum PPL inisial SN mengakui bahwa dirinya mengambil pupuk dari distributor dengan alasan bahwa kios yang selama menangani pendistribusian kepada beberapa kelompok tani telah mengundurkan diri.

Secara terpisah saat salah satu pemilik kios Desa Trebungan yang akrab disapa Ilyas dikonfirmasi tentang pengunduran dirinya mengaku telah membuat pernyataan pengunduran diri karena dalam keadaan terpaksa. Karena akhir-akhir ini dirinya mengalami atau mendapat tekanan dari oknum petugas PPL berinisial SN, demikian keterangan langsung Ilyas saat ditemui dirumahnya.

Lebih lanjut Ilyas mengatakan bahwa dirinya masih sanggup dan siap menjadi salah satu kios pendistribusian pupuk bersubsidi. Dengan syarat jangan ada semacam tekanan yang dilakukan oleh oknum PPL, ” Jika ada kekurangan atau kelemahan saat saya melakukan pendistribusian pupuk, maka mohon diberi arahan sehingga saya bisa melayani petani dengan baik, akan tetapi terkait pupuk sebanyak 11 ton yang pendistribusiannya tidak melalui kios saya, maka hal itu diluar tanggung jawab saya “, Pungkas Ilyas.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Lembaga Pemantau dan Pengawas Anggaran Negara ( LPPAN – Red ) Amir Mahmud, akan terus menggali informasi dari masyarakat, di katakannya bahwa jika nantinya ditemukan ada unsur perbuatan melawan hukum terkait pendistribusian pupuk subsidi tersebut, dirinya tak segan untuk melaporkan masalah tersebut kepada aparat penegak hukum, ” Saya Tidak akan Tinggal Diam, Semua harus sesuai dengan Hukum Yang berlaku, Apalagi yang ada kaitannya dengan Masyarakat Petani “,Terang Amir, serius.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *