Bangunan Di Duga Illegal Di Pasar Ganding Tetap Beroperasi, UPTD Pasar Tutup Mata

Teropongindonesianews.com

Sumenep- -Sebuah bangunan toko yang berdiri di area belakang Pasar Rakyat Ganding, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep yang dibangun tanpa izin oleh salah satu pedagang pada tahun 2020 silam kembali menyita perhatian publik.

Menurut Keterangan beberapa nara sumber di katakan bahwa bangunan liar yang seharusnya ditertibkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep tersebut sampai saat ini masih tetap beroperasi setiap hari (berjualan).

Hasil konfirmasi dengan beberapa Nara sumber bahwa berdasarkan surat perintah dari Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep yang ditujukan kepada Kepala UPTD Pasar pada bulan November tahun 2020 kemarin memerintahkan agar bangunan liar tersebut segera dilakukan upaya pembongkaran sesuai prosedur.

H. Purnomo selaku Kepala UPTD terkesan tutup mata dan diduga sengaja mengulur-ngulur waktu untuk melakukan penertiban bangunan permanen ilegal tersebut.

Hal ini Terbukti pada saat awak media ini melakukan upaya konfirmasi langsung kepada Kepala UPTD Pasar tersebut pada hari Selasa 04 Mei 2020 mengaku masih belum tahu kapan bangunan toko yang di duga ilegal yang dibangun oleh FZ (inisial) itu akan ditertibkan.

“Saya sudah dua kali meminta kepada yang menggunakan toko itu untuk segera dibongkar, namun belum dilakukan pembongkaran oleh yang bersangkutan,” katanya

“Kalau sudah sampai tiga kali belum juga diindahkan ya bagaimana nantilah, ketemu nanti karena di situ juga banyak politik, kalau nanti saya bicara ini dan itu saya takut keliru, saya mau koordinasi lagi ke Pak Kadis,” tambahnya.

Kepala UPTD Pasar juga mengatakan bahwa terkait pembongkaran bangunan toko ilegal itu bukan tugas dirinya, melainkan tugas dari Satpol PP Sumenep.

“Karena kalau sudah dibangun seperti itu bagaimana caranya menertibkannya, ya kalau mau dibongkar kan ada satpol PP bukan ranahnya saya bongkar bangunan itu,
dan yang bisa memerintahkan itu adalah pak Kadis,” imbuhnya. TGH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *