Tragis !!!, Saenol (60 Tahun) Warga Desa Mlokorejo Di Temukan Tewas Di Kebun

Teropongindonesianews.com

Jember – Sainol, (60 tahun) warga Dusun Krajan barat Desa Mlokorejo Kecamatan Puger Kabupaten Jember ditemukan meninggal dunia saat sedang mencari rumput pada Sabtu petang kemarin sekitar pukul 17.30 Wib.

Jasad kakek pertama kali ditemukan oleh istri sendiri bernama Rosi, dalam kondisi sudah terbujur kaku di kebun milik Amin Raharjo, Dusun Krajan Desa Bagorejo Kecamatan Gumukmas, tepatnya selatan Sekolah Madrasah Aliyah (MA) Darul Huda.

Kapolsek Gumukmas AKP Subagiyo menuturkan, hasil pemeriksaan jasad korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas luka penganiayaan maupun bekas kekerasan lainnya.Selain itu tidak ditemukan adanya air mani keluar dari alat kelamin korban.

Hanya saja bagian mulut korban tampak mengeluarkan darah.Berdasarkan keterangan keluarga maupun saksi, korban diketahui memiliki riwayat penyakit sesak nafas dan paru-paru.

“Korban mempunyai riwayat penyakit paru-paru, kemungkinan penyakitnya kambuh soalnya muntah darah, ” kata Subagiyo, Minggu, (09/05/21).

Lebih lanjut Ia mengungkapkan, kronologinya saat itu sekitar pukul 14.00 Wib korban berangkat untuk mencari rumput dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Sigma warna hitam di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sekitar menjelang Magrib, lanjut Dia, istri korban merasa curiga karena suaminya belum pulang, sehingga istri korban bersama saudaranya yang merupakan tetangganya mencari suaminya.

“Ternyata benar, korban ditemukan di TKP dalam keadaan sudah meninggal dan istri korban pulang mengabarkan ke tetangganya bahwa bahwa suaminya sudah meninggal dunia.Mendapati kabar tersebut, sontak tetangga korban berdatangan ke TKP, ” paparnya.

Kemudian petugas dibantu warga dan keluarga melakukan upaya evakuasi jenazah, selanjutnya mayat korban langsung di bawa pulang oleh keluarga untuk dilakukan pemakaman pada malam itu juga.

“Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dikarenakan korban mempunyai riwayat sesak dan di buatkan surat pernyataan tidak di lakukan autopsi, ” pungkasnya. (*)

Tatang/tkril

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *