Sebanyak 712 WBP Lapas Kelas IIA Pamekasan Mendapatkan Remisi

Teropongindonesianews.com, Pamekasan-

Di hari raya idul fitri 1442 Hijriah ini, sebannyak 712 Narapidana Lapas Kelas IIA Pamekasan mendapatkan remisi. Kamis, (15/05/2021).

Dari 712 napi yang mendapatkan remisi tersebut, ada 705 napi pria dan 7 wanita, dengan perolehan remisi yang tidak sama, ada 116 napi yang mendapat remisi 15 hari, 514 napi mendapat remisi 1 bulan, 71 orang dengan remisi 1 bulan 15 hari dan 11 napi mendapatkan remisi selama 2 bulan.

Kalapas IIA Pamekasan, Hanafi, dalam sambutannya mengucapkan syukur dan selamat atas hari raya idul fitri 1442 kepada seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas IIA Pamekasan dan seluruh umat islam.

“Dalam kesempatan yg berhagia ini izinkan saya mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1442 hijriyah kepada seluruh umat islam dimanapun berada meskipun saat ini kita masih belum terlepas dari pandemi covid 19.”

“Kenikmatan dan keindahan Idul Fitri masih kita rasakan melalui kegembiraan yang terpancar dari setiap umat muslim di setiap rumah dalam kegiatan halal BI halal maupun komunikasi melalui video call untuk saling memaafkan kesalahan.” Tutur Kalapas IIA Pamekasan tersebut.

Hanafi juga mengatakan, bahwa selaku umat muslim Kita harus bisa untuk saling memaafkan serta mengingatkan kebaikan dengan sesama sehingga mampu memberikan keberkahan,kedamaian, kebahagiaan,serta kesejahteraan bagi sesama.

“Sebagai muslim kita harus bisa memaafkan kesalahan orang lain dan mengingat kebaikan orang lain kepada kita, dengan demikian hal ini akan memberikan keberkahan,kedamaian, kebahagiaan,serta kesejahteraan bagi sesama.”

“Manusia adalah mahluk ciptaan tuhan yang memiliki sifat dan karekter yang tidak luput dari kesalahan. Namun demikian,tidaklah benar jika dikatakan bahwa manusia boleh melakukan kesalahan dengan dalih bahwa hal tersebut merupakan sifat manusia.” Jelas Hanafi.

Lebih lanjut, Kapalapas IIA Pamekasan itu juga memberikan motivasi dan semangat kepada WBP Lapas IIA Pamekasan untuk selalu menginstropeksi diri dan berusaha menjadi lebih baik lagi.

“Sebagai seorang yang beriman. Kita di tuntut untuk selalu melakukan refleksi dan perenungan terhadap apa yang kita perbuat.” Imbuhnya

“Keberadan para WBP dilapas ini merupakan suatu yang telah diatur oleh tuhan yang maha kuasa. Oleh karenanya selama menjalani pidana janganlah diartikan sebagai suatu derita, melainkan harus disikapi sebagai suatu sarana introspeksi diri dan belajar untuk memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan untuk menjadi insan Tuhan yang lebih baik.” Pungkas Hanafi. (Sg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *