Jalin Silaturahmi, Perkumpulan Penghobi Komunitas Perkutut Banyuwangi Dirikan Wadah

Teropongindonesianews.com

Banyuwangi. Dengan keinginan bersama untuk meningkatkan dan mempererat tali silaturahim, ada lebih kurang 10 orang penggemar dan pencinta kelestarian burung perkutut yang ada di Banyuwangi, berkumpul dan sepakat mendirikan satu wadah bernama Komunitas Pencinta Pelestarian Perkutut Banyuwangi. Senin, 24/05/2021

Rapat yang berlangsung di kediaman Sugik Kelurahan Kampung Melayu Banyuwangi tersebut berjalan demokrasi dan suasana kekeluargaan, dengan mematuhi prosedur protokol kesehatan Covid-19 menjaga jarak dan menggunakan masker.

Menurut Sugik Ketua Komunitas Perkutut Banyuwangi, pendirian paguyuban ini sebagai wadah silaturahmi dan kegiatan sosial.

“Awalnya, kita sering ngobrol tentang cara merawat, memelihara dan penangkaran burung perkutut, banyak ilmu dan manfaat yang kita dapatkan, dan akhirnya muncul ide membentuk wadah Komunitas Perkutut Banyuwangi dengan tujuan menjalin tali silaturrahmi dan juga berbagi ilmu serta pengalaman tentang burung perkutut,”tuturnya.

Ditambahkannya, menjadi anggota Komunitas Perkutut Banyuwangi, wajib memiliki dan memelihara minimal satu burung perkutut, dan tidak kita tentukan jenisnya, dengan adanya Komunitas Perkutut Banyuwangi ini diharapkan bisa menjadi tempat berkumpul para penghobby, pecinta dan peternak/penangkaran burung perkutut, seni memelihara perkutut sebenarnya sudah ada sejak zaman nenek moyang untuk perkutut lokal, setidaknya ada tiga kategori perkutut lokal, yaitu perkutut lokal alam habitatnya asli di alam, lokal ternak yang dibudidayakan oleh peternak, dan perkutut crossing atau persilangan perkutut lokal dan bangkok.

Sementara itu, Ramdani warga Ketapang Kecamatan Kalipuro juga berpendapat,”memelihara perkutut memiliki karakteristik tersendiri, misalnya perkutut lokal masih sering dikaitkan semacam primbon atau kitab kuno Jawa, seperti dari katuranggan atau ciri fisik yang dimiliki burung perkutut. Namun, itu sebenarnya bentuk kearifan lokal yang harus dilestarikan,”tuturnya.

Santoso – Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *