CARUT MARUT.. Peran BPD Desa Wringinagung Terancam Diombudsmenkan LSM Satya Galang Indonesia

Teropongindonesianews.com

Jember – Melihat temuan fakta di lapangan terkait soal fungsi dan peran BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Wringinagung, Kecamatan Jombang Kabupaten Jember, berdasar hasil investigasinya yang dinilai tidak dijalankan dengan baik, carut marut, terutama dalam hal di saat Kepala Desa Wringinagung terpilih dan baru menjabat sekitar 7 bulan sudah meninggal dunia, (26 Juli 2019). Namun pihak BPD secara profesional tidak melaporkan hal tersebut secara resmi sehingga sangat berpotensi mengganggu pergelaran Pilkades PAW (Pemilihan Kepala Desa Pengganti Antar Waktu).

Terkait dengan Hal tersebut, LSM SATYA GALANG INDONESIA yang berkantor pusat di Malang, Jawa Timur. Melayangkan Somasi kepada BPD Wringinagung yang bernomor surat 0094/SGI.Jbr/S/V/2021 tertanggal 27 Mei 2021 dengan tembusan mulai dari Pj. Kepala Desa Wringinagung hingga Bupati Jember.

Tak hanya sampai disitu, dasar penerbitan somasi itu juga dipicu dari kenyataan bahwa sudah lebih dari dua tahun hingga sekarang memang tidak digelar sama sekali Pilkades Wringinagung PAW.
Koko Ramadhan, S.Sos selaku Presiden Direktur Satya Galang Indonesia, (selasa, 25 Mei 2019) kepada wartawan mengatakan,

“Ini langkah preventif persuasif yang kami lakukan di awal, guna mencari solusi untuk tidak terganggunya Pelayanan publik di sini, harapan kami semoga menjadi pengingat agar ada perbaikan, akan tetapi jika tidak diperhatikan, maka akan kami susul dengan somasi kedua yang selanjutnya akan kita tindak lanjuti dengan melaporkannya kepada pihak terkait, salah satunya adalah melaporkan hal ini ke Ombudsmen, perkiraan minggu depan.” Ungkap Koko Ramadhan (Kamis, 27 Mei 2021)

Hartono, Pj Kepala Desa Wringinagung ketika dikonfirmasi hal itu diruang Kerjanya di lingkungan Kantor Balai Desa Wringinagung oleh LSM SGI dan wartawan, membenarkan temuan LSM SGI tersebut serta berjanji akan segera melakukan pembenahan (Selasa, 25 Mei 2021)

Senada dengan Hartono, Sambang, Ketua BPD Wringinagung ketika dikonfirmasi di rumahnya (Selasa, 25 Mei 2021)o oleh LSM SGI dan wartawan, mengakui secara langsung bahwa selama 2 periode menjabat ketua BPD tidak sekalipun menyelenggarakan Musdes (musyawarah desa), termasuk tidak sekalipun menerbitkan Perdes (Peraturan Desa) sebagaimana Tupoksinya sebagai BPD.

Koko Ramadhan, S.Sos., memperjelas hal diatas kepada wartawan menjelaskan bahwa Sambang selaku Ketua BPD Wringinagung mengakui tidak memiliki buku pedoman tentang fungsional BPD, dan meminta maaf jika tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik.
“Sambang ketika dikonfirmasi juga menerangkan bahwa dia tidak tahu Tugas Pokok dan Fungsinya, kemudian mengakui jika dia juga merangkap sebagai Ketua Kelompok Tani Sido Makmur di Desa Wringinagung. Selain itu, Sambang juga mengatakan bahwa TKD (Tanah Kas Desa) disewa oleh orang diluar warga Desa Wringinagung.”.

Tatang/ Tiem AWAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *