Carut Marutnya Bantuan UMKM, Warga Penerima Manfaat Banyak Yang Merasa Kecewa

Teropongindonesianews.com

UMKM (Usaha mikro kecil menengah) atau adalah istilah umum dalam khazanah ekonomi yang merujuk kepada usaha ekonomi produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Undang-undang No. 20 tahun 2008 yang saat ini mendapatkan Bantuan dari Pemerintah yaitu sejak awal sampai dengan Tahap III ternyata masih saja membuat beberapa Penerima Manfaat kecewa, pasalnya bank sebagai Penyalurnya, dalam hal ini Bank Mekaar memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan keterangan dari Petugas Bank 46 selaku Bank Pencairan Dari Bantuan tersebut.

Hasil konfirmasi Tim Media Teropong Indonesia News pada beberapa Nara Sumber masih tidak mendapatkan keterangan yang pasti, beberapa Penerima manfaat ada yang hanya menerima pemberitahuan saja, akan tetapi masih belum mendapatkan, bagkan yang lebih aneh lagi ada yang yang menyatakan bahwa dirinya di beritahukan akan mendapatkan Bantuan, akan tetapi Kartu ATMnya tidak mendapatkan.

“Sudah tiga kali sampai dengan hari ini Saya datang ke Bank 46 dan ke Bank Mekaar, Jawabannya membuat saya Kecewa “, Ujar Lipa Salah satu Penerima Manfaat dari Desa Trotosari Kecamatan Tlogosari Bondowoso.

Di tambahkannya bahwa yang kecewa bukan hanya dirinya, akan tetapi juga pada warga Trotosari lainnya yang masih belum mendapatkan sampai dengan saat ini.

Sementara itu juga Keterangan Salah satu nara sumber, B. Misyani Warga Trotosari juga mengatakan bahwa dirinya juga mendapatkan bantuan dari Pemerintah yaitu dana Bantuan UMKM, akan tetapi dirinya pada awalnya di foto oleh Petugas Mekaar di kantornya dan Kemudian Kartu ATM atas nama dirinya di ambil oleh Petugasnya dan memberikan keterangan bahwa Kartu ATM akan di berikan pagi kalau Dirinya melunasi Tanggungan di Bank Mekaar tersebut, Hal ini sempat membuat dirinya dan keluarganya sangat kecewa, Aturan yang di tetapkan oleh Pihak Bank Mekaar sangat tidak masuk akal.

Terkait dengan Bantuan UMKM tersebut mendapatkan sorotan keras dari Hartono, salah satu Aktivis yang selalu menyimak Kejadian ini, di katakannya bahwa hal ini justru akan membuat masyarakat tidak percaya lagi pada Penyalurnya, dalam hal ini Bank Mekaar, selain itu Tindakan yang di lakukan oleh Petugas mekaar adalah tindakan yang sangat tidak masuk akal, pemberitahuan sudah dari awal, akan tetapi malah ATM tidak di berikan, selain itu menurut keterangan Bu Misyani warga Trotosari juga bahwa hal ini adalah kejadian yang sangat aneh dan Justru pembodohan Publik, Kartu ATM di ambil lagi oleh Petugas dengan alasan yang tidak jelas dan tidak ada kaitan dengan bantuan tersebut, Kelanjutan dari Bantuan ini masih perlu di pertanyakan lagi, yang awalnya memang di programkan untuk membantu Masyarakat, akan tetapi kenyataannya di gunakan oleh beberapa pihak untuk kepentingannya sendiri, Ilham Wahyudi salah satu aktivis juga menyatakan dalam sebuah Medsos bahwa tindakan Pihak Mekaar adalah suatu tindakan yang sangat memalukan, bisa di katakan Perampasan, dan ini pasti berbuntut panjang, Akan segera di tindak lanjuti sesuai dengan Hukum yang berlaku, Sementara kalau dari beberapa calon penerima manfaat banyak yang menggerutu sambil mengucapkan kalimat dalam bahasa Madura kental, ” Salbut Bin Sal-sal ” ( Amburadul – Red ). REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *