Penerima BPNT Di Duga Dijadikan Ajang Patgulipat Oleh Oknum Agen/Penyalur Untuk Memperkaya diri Sendiri

teropongindonesianews.com

Banyuwangi – Bantuan pangan non tunai (BPNT) adalah bantuan Sosial pangan dalam bentuk non tunai dari pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulannya, melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang, bahan pangan/e-warung yang bekerjasama dengan agen yang telah ditunjuk oleh Bank.

Zaini pemilik agen penyalur

Program ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat untuk menjangkau layanan keuangan formal diperbankan, sehingga mempercepat program keuangan inklusif Penyaluran bantuan sosial Non tunai kepada masyarakat dinilai lebih Efisien, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat kwalitas, serta tepat administrasi.

Namun tidak sedikit juga dari beberapa program pemerintah ada yang disalah gunakan hingga dijadikan ajang para oknum Agen untuk meraup keuntungan secara pribadi serta melakukan kecurangan, hingga seperti melanggar mekanisme dan juklak juknisnya yang tidak sesuai pedoman (pedum) serta tidak sesuai aturan hukum.

ini terbukti, Zaini oknum Agen yang ada di Desa Bimorejo kecamatan Wongsorejo Banyuwangi menyalahi aturan dan belanja barangnya seperti beras dengan tidak melalui pendamping yang ada di kecamatan sehingga pendamping terkesan dikesampingkan dan tidak di fungsikan oleh Zaini.

Anehnya lagi pada saat membeli Beraspun, agen tidak melalui Mitra Kerja Pengadaan ( MKP) yang sudah ditunjuk oleh Dinas sosial serta Bulog yang sudah ada kesepakatan untuk melayani Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) agar mendapatkan beras yang bagus sehingga KPM betul betul menerima beras berkualitas.

Alih-alih membantu masyarakat miskin, setiap jenis bantuan sepertinya tidak luput dari incaran para oknum Agen yang kerap menjadikan bantuan terhadap warga miskin sebagai ajang untuk mencari keuntungan,untuk memperkaya secara pribadi

Tidak terkecuali Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang kerap dijadikan oleh Agen Yang ada Desa Bimorejo kecamatan, Wongsorejo bahkan Agen/Penyalur di duga sebagai ajang patgulipat dalam mengais rejeki tambahan untuk memperkaya diri sendiri yang didapat dari hak orang penerma Manfaat Bantuan pangan non tunai ( BPNT )

Yang paling banyak ditemukan penyaluran BPNT di lapangan Seperti tidak adanya papan informasi harga bahan pokok yang diterima oleh KPM dimasing-masing agen serta masih banyak agen yang menyalurkan di balai Desa, sekalipun dibagikan di agen itupun tokonya masih tidak jelas karena toko tersebut hanya digunakan ketika hanya menyalurkan bantuan saja, hal semacam ini sudah terbiasa untuk penyaluran di wilayah kecamatan Wongsorejo Banyuwangi

Salah satu warga Desa Bimorejo kecamatan Wongsorejo Banyuwangi selaku penerima bantuan sosial BPNT saat ditemui awak media menuturkan bahwa “Saya setiap bulan menerima sembako berupa beras telur dan daging ayam itu saja tiap bulan yang Kami terima dan setiap bulannya tidak sama jumlah Itemnya.

“Selama bertahun tahun yang kami terima tidak pernah dapat bahan pokok yang lain “, Tutur salah satu Warga Penerima manfaat.

Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan wongsorejo pada hari Sabtu 29/05/21 ada dua desa yang menyalurkan yakni di desa bangsring dan desa bimorejo. Penyaluran bantuan pangan non tunai ini berbentuk sembako dengan tiga komoditi, ada beras, ada daging ayam dan juga ada telor.

Di bulan mei ini penerima BPNT atau yang di sebut KPM langsung menerima dobel dengan bulan juni jadi intinya mereka penerima mamfaat menerima beras sebanyak 30 kilo gram daging ayam sebanyak 2 kilo gram serta telor sebanyak 14 butir

Sementara Zaini, Agen Desa Bimorejo kecamatan Wongsorejo Banyuwangi pada saat di konfirmasi Sabtu 28/Mei/2021 siang di rumahnya mengakui kalau belanja barang ketika ditanya oleh awak media mengakui tidak melalui penyedia barang yang telah di tunjuk oleh pihak terkait yang sudah disepakati dari awal, ” Hal ini kami telah berkoordinasi dengan pendamping serta kepada camat Wongsorejo, termasuk Tim koodinator Desa Bimorejo “, Tegasnya.

Masih Zaini selaku agen BPNT Bimorejo ” Iya mas berasnya saya ngambil di tempat lain, bukan di pak jimmy lagi, saya ngambil di mega jaya di distributor yang ada di bajulmati dan saya sebelumnya sudah komfirmasi kepada tikor Desa bimorejo, juga Tikor kecamatan bahkan sudah komfirmasi ke pendamping atau TKSK “, Ujar Zaini.

Ditempat berbeda, Bagus selaku pendamping atau TKSK Kecamatan Wongsorejo saat di komfirmasi oleh awak media tidak benar kalau dirinya sudah di konfirmasi atau sudah dihubungi oleh Zaini agen Bimorejo.

” Saya tidak pernah di hubungi atau di beritahu oleh pak zaini kalau dia mau ambil beras ke tempat lain, bahkan di tanggal 26/05 pak zaini itu sempat menghubungi saya lewat WA menyampaikan kepada saya kalau hari sabtu mau penyaluran dan memberitahu jumlah KPMnya dan saya orderkan beras pada MKP sejumlah kpm yang di kirim oleh pak zaini “, Terangnya.

Namun hasil pantauan awak media kiriman beras oleh Jemmy selaku Mitra Kerja Pengadaan ( MKP ) wongsorejo pada hari jumat pagi saat kirim beras di tolak dan di suruh kembali oleh Zaini selaku agen bimorejo, Sementara itu para awak media masih belum menemukan distributor beras yang ber merk mega jaya gandrung untuk mengklarifikasi karena isi beras tersebut tertulis 25 kg namun berisi 15 kg. , hal inilah yang selalu menjadi tanda tanya bagi Tim Media TIN dan sampai berita ini di tulis masih tetap akan di tindak lanjuti semua permasalahan yang ada kaitannya dengan Program BPNT yang di duga telah di jadikan sebagai ladang subur pribadi. ( Kur )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *