Samsuni Tim Verifikasi Kabupaten Menyatakan Tahir Effendi Gagal Karena Tidak Memenuhi Persyaratan

Teropongindonesianews.com

Pelaksanaan Pilkades Kepulauan Sapeken Kabupaten Sumenep yang akan di Gelar Serentak bersama dengan seluruh Desa Se Kabupaten Sumenep pada tanggal 8 Juli 2021 mendatang, telah memasuki tahap Klarifikasi Dokumen/berkas Bakal Calon Kepala Desa.

Dari tiga bakal calon kepala desa sapeken,yakni; Hainur Rasyid.S.Sos, Joni Junaidi dan Tahir Affandi, telah melalui proses verifikasi berkas, namun salah satu dari tiga kandidat bacalon tersebut dianggap tidak memenuhi syarat.

Haail Konfirmasi Tim media TIN dengan Samsuni Selaku Tim Verifikasi dari DEPAG Sumenep Mengatakan bahwa Tahir Affandi salah satu Pendaftar melampirkan dua diantaranya surat keterangan pengg1anti ijazah tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Namun hal yang menjadi perdebatan saat tim Verifikasi bersama panitia terkait dengan surat keterangan “Pernah menjadi Santri pondok Pesantren Islam Al-Mukmin (PPIM)”

“Surat Keterangan ini, kami membenarkan bahwa atas nama Tahir Efendi pernah menjadi santri, tapi bukan siswa karena tidak dilampirkan nilai atau nomor induknya.” Tegasnya di kantor verifikasi DPMD.

Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa, Suraini juga menerangkan selembar keterangan Tahir Effendi tidak memenuhi persyaratan.

“Jadi sesuai dengan hasil verifikasi tadi, melalui menag dan beberapa tim dari panitia kabupaten, selembar kertas tersebut tidak memenuhi persyaratan, namun di tingkat panitia sudah selesai”. Tegasnya.
Suraini juga menambahkan bahwa ketua panitia pilkades tidak berdiri sendiri tentunya harus melibatkan BPD, fasilitator kecamatan, dan tim kabupaten dalam memutuskan dan mengumumkan siapa aja yang lolos dan yang tidak lolos dalam pilkades sapeken.

Selanjutnya, Pak Samsuni juga memberikan keterangan terkait konfirmasi ke jawa tengah mengenai keterangan atas nama Tahir Effendi.

“Setelah dilakukan pengecekan di pondok pesantren Islam Al-Mukmin (PPIM) benar jika saudara tahir Efendi pernah menjadi santri dikarena ada keterangan yang ditandatangani oleh kepala pondok pesantren, tapi tidak bisa dijadikan dasar pergantian ijazah, secara tidak langsung syarat ini dianggap gagal “, Sambungnya.

Surat keterangan pernah menjadi santri tersebut untuk memenuhi syarat calon kepala desa minimal berpendidikan Sekolah menengah (SMP). Namun hasil verifikasi pada jum’at(27/5/21) telah dianggap tidak memenuhi syarat maka Tahir Effendi secara regulasi gagal untuk melanjutkan pada status Calon Kelapa Desa Sapeken yang akan di gelar pemilihannya pada tgl 8 Juli tahun 2021. ( Samad / Tim )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *