Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT ) Di Desa Bimorejo Carut Marut

teropongindonesianews.com

Banyuwangi – Carut-marut permasalahan dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Banyuwangi utamanya dikecamatan Wongsorejo diduga akibat data agen tak transparan.kepada penerima manfaat Pasalnya, kualitas dan kuantitas barang tidak jelas dan pihak penyalur yang disebut Agen,Bantuan nantinya akan mendistribusikan ke tiap-tiap pemegang kartu keluarga sejahtera (KKS).

Ironisnya lagi, Agen beli barang kebutuhan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tanpa melalui koordinasi dengan pendamping dan mengabaikan aturan salah satunya terjadi di Agen Bimorejo kecamtan Wongsorejo Banyuwangi.

tidak heran jika Barang yang diterima pun berbeda-beda.salah satunya di bahan poko beras dalam kemasan tertulis 25 kg, namun yg diterimanya hanya 15kg itupun beras tidak jelas dan tidak beelogo alias non merek.

bahkan agen Bimorejo terang terangan menolak kurang lebih 240 karung yang dikirim oleh MKP Dangan alasan,saya sdh beli sendiri mas ucap Zaini Agen Bimorejo kepada sopir pengantar beras Dari jmmy selaku MKP di kecamatan Wongsorejo

Lalu bagaimana prosedur menjadi agen penyalur di BPNT? Pihak Dinas Sosial (Dinsos) Banyuwangi, selaku pengawas program tersebut seharusnya mulai bertindak bila ada agen E – Warung nakal apalagi perihal supplier yang menyuplai barang. yang sudah ditunjuk tidak difungsikan ini kan sudah menyalahi aturan dan ketentuan yang ada

sebenarnya pihak Dinas Sosial Dan Bank BTN yang menunjuk Agen E- Warung Harus respek terhadap keluhan keluhan masyarakat tentang Agen Nakal yang terbukti melakukan pelanggaran dalam melakukan distribusi barang.

Agen misalnya, menjual barang pabrikan kecuali beras, atau menyediakan barang kepada pemegang kartu perlindungan sosial (KPS) yang tidak sesuai kesepakatan bersama atau musyawarah di tingkat desa atau kecamatan.ini jelas sudah sebuah pelanggaran,

Dari hasil konfirmasi Dengan Heni Plt Dinas sosial melalui Eli Sulistiorini Selasa 8 /06/2021 , Dikantornya yang menjabat sebagai Tikorda Kabupaten Banyuwangi, menerangkan kalau beras yang diterima oleh keluarga penerima manfaat yang tidak berlogo jelas tidak boleh, apalagi dalam tulisan kertas netto 25 kg,namun ini isinya hanya 15 kg,dan agen harus membeli kepada distributor atau penyedia barang yang telah ditunjuk Yaitu MKP, yang sudah disepakti karena kalau beras yang mengirim distributor yang ditunjuk kalau terjadi apa apa komplainnya enak langsung ke pabrik,ucapnya

masih Eli kami sebenarnya sudah melaporkan kejadian ini ke pihak bank yang menunjuk Agen yaitu BTN yan initinya agar segera digantikan Agen yang diduga nakal

namun untuk memberikan sangsi agen nakal kami juga butuh surat dari tikordes maupaun tikor kecamatan yang isinya bahwa agen tersebutl telah melakukan pelanggaran-pelanggaran yang sudah dimuat di media sosial,

Dan seketika itu kami bersama pihak pihak terkait langsung kelapangan dan menemui Agen yang dimaksud Agen Bimo Rejo,

dan intinya untuk menggantikan agen harus ada surat pernyataan dari desa dan kecamatan dalam hal ini tikordes dan tikorcam, tegasnya ( Kur )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.