Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Lumajang Ajak Masyarakat Taati PPKM Darurat

Teropongindonesianews.com

LUMAJANG – Tokoh agama di Kabupaten Lumajang, terus menyuarakan imbauan, senada mengajak masyarakat untuk menaati aturan, pasca pemberlakuan PPKM hingga 20 Juli mendatang.

Menyusul imbauan dari Ketua PC NU Lumajang, saat ini Suharyo Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Lumajang menyerukan pemerintah saat ini tengah berupaya menyelamatkan anak negeri.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mentaati PPKM yang ditetapkan oleh pemerintah.
Hal ini bertujuan untuk menyelamatkan seluruh anak negeri, supaya tidak terjangkit virus Corona yang sangat menakutkan itu.

Yang kedua kami mengajak kepada seluruh umat Islam mendekatkan diri kepada Allah SWT, berdoa, memohon supaya virus ini segera Allah angkat kembali dan kita bisa hidup normal sebagaimana sebelumnya,” ucapnya pada sejumlah awak media, Jumat (9/7/2021).

Menurutnya, kesadaran masyarakat di tengah upaya pemerintah mengakhiri pandemi saat ini, merupakan sumber kekuatan mendasar, bernada kebersamaan bertumpu pada kesinambungan dan kepedulian akan keselamatan satu dengan yang lain.

Diwaktu sebelumnya, Ketua PCNU Kabupaten Lumajang. Pria yang kerap disapa Kiai Mas’ud itu mengajak kepada segenap warga dari segala komponen, untuk mematuhi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM yang sedang diberlakukan oleh pemerintah.

Selebihnya dalam ranah menaati aturan itu, Mas’ud turut meminta agar masyarakat melakukannya dengan tulus dan kesadaran yang tinggi.

“Dalam rangka membatasi dan menekan laju perkembangan Virus Covid – 19. Ikuti aturan dengan tulus, dengan kesadaran tinggi. InsyaAllah kita segera diberikan kesehatan dan kebebasan dari pandemi ini. Semoga semuanya diselamatkan oleh Allah,” ucapnya.

Pemberlakuan PPKM Darurat hingga 20 Juli mendatang, dilakukan menyikapi kian meningginya angka penyebaran Covid – 19, bahkan tak sedikit menimbulkan korban jiwa.

Santoso-Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.